Renungan Pagi 22 April 2019

GB. 28 : 1 – Berdoa

Yohanes 20 : 19 – 23
“…. Terimalah Roh Kudus …” (ay. 22)

Tuhan Yesus datang untuk pertama kalinya kepada para murid setelah la bangkit. Dengan salam yang khas Yahudi. Tuhan menyapa para murid yang sedang ketakutan akibal take:-urzm orang-oragng Yahudi. Mereka yang sudah terlebih dahulu lahu melalui pemberitaan dari Maria Magdalena, menyambut-Nya dengan penuh sukacita. Dan Tuhan perlu menunjukkan tangan dan lambung~Nya, untuk membuktikan bahwa Dia bukan hantu. mealainkan sungguh-sungguh bangkit dengan tubuh-Nya yang terdahulur Hal ini membuktikan bahwa kebangkitan tubuh sebagaimana yang dinubuatkan oleh para nabi di PL, sungguh-sungguh digenapi secara nyata, bukan hanya kiasan (Dan.12:2, 13).

Dengan kebangkitan, sapaan damai sejahtera rnemiliki makna yang berbeda. Bukan sekedar sapaan, melainkan suatu keyakinan baru bahwa tidak ada lagi alasan untuk merasa resah akibat pergumulan dan sengsara dunia, karena Allah sungguh-sungguh mewujudkan janji-Nya yang menuntun umat-Nya pada hidup yang penuh dengan damai sejahtera.

Oleh sebab itu, Tuhan Yesus mewarlskan pengutusan-Nya dari Bapa kepada para murid. Roh Kudus dihambusknn untuk melengkapi para murid dalam melaksanakan lugas pengutusan-Nya tersebut. Selain itu, dengan kuasa Roh Kudus, para murid menerima wibawa untuk menyatakan pengampunan dosa terhadap umat manusia. Pengampunan dosa dinyatakan borlaku karena Yesus sebagai anak domba Allah sekaligus imam tidak tinggal dalam maut, melainkan tetap hidup untuk menjadi paranlara manusia dengan Allah.

Keyakinan yang baru akan kemenangan itu, membawa damai sejahtera sebagai tujuan pekerjaan Roh Kudus di tengah-tengah umatAllah, untuk diwujudkan dalam hidup seluruh ciptaan Allah di dunia ini. Damai sejahtera bagi kita yang dakal, juga bagi mereka
yang jauh. Untuk kita yang didalam, juga untuk mereka yang diluar

GB.28:2

Doa : (Ampunilah dosa kaml ya Tuhan dan jadikanlah kami sebagai pembawa damai sejahtera-Mu di dunia Ini)