Renungan Malam 24 Juli 2019

KJ.352 : 1 – Berdoa

Kisah Para Rasul 14 : 8 – 20
“… kami ini adalah manusia biasa… Kami di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu… ” (ay.15b)

Dalam paham Romawi, Zeus adalah Dewa Yupiter, sedangkan Hermes adalah Dewa Merkurius. Dewa Yupiter adalah Raja Para Dewa, dan Dewa Langit dan Petir, dikenal juga dengan sebutan Diespiter. Dewa Mecurius adalah Dewa Perdagangan dan Travel atau Trade dan Travel. Pacuan kuda merupakan pertandingan di bawah lindungan Dewa Mercurius. Dua Dewa yang populer di kekaisaran Roma.
Legenda Likaonia Dewa Hermes adalah Dewa Pembawa Pesan, Hermes adalah anak dari Dewa Zeus dan Maia. Hermes adalah Pelindung Daerah Perbatasan, Dewa Para Pengelana (Travelers), Dewa Gembala, Pencuri, Penipu, Pidato serta Puisi, Olahraga, Pengukuran, Penemuan, serta Perdagangan/Trade. Penduduk Listra percaya bahwa Zeus dan Hermes pernah berkunjung ke kota itu. Menurut legenda Likonia, tak seorang pun yang mau membuka pintu rumah mereka bagi kedua dewa itu. Kecuali sepasang suami istri yan telah lanjut usianya. Karena itu Dewa Zeus dan Hermes, membunuh banyak orang dengan banjir besar. Tetapi menyelamatkan pasangan lansia itu. Pasangan lansia itu kemudian mendapatkan gubuknya dirubah menjadi Kuil berpilar mamer dan beratap emas, dan kedua lansia itu menjadi imamnya, priest dan priestess. Berdasarkan legenda iyu, orang Listra tak mau terulang kisah lama bahwa mereka kini kedatangan kedua dewa kembali. Mereka menyimpulkan bahwa Dewa Zeus dan Dewa Merkurius tengah berkunjung kembali kepada mereka, dalam wujud manusia Barnabas dan Paulus.
Barnabas mereka sebut Zeus. Paulus, mereka sebut Hermes. Orang Lystra berkata: Zeus, Raja para para Ilah, telah datang, melakukan mujizat ini, didampingi oleh Hermes, Pembawa Berita, yang adalah jurubicaranya telah turun dari Gunung Olympus. Dewa menjadi manusia adalah juga legenda tua Yunani. Kisah penyembuhan ini menyebabkan seluruh kota tergerak menyambut dua orang yang mereka sangka adalah penyetaan dari Zeus dan Hermes.
Paulus dan Barnabas menolak anggapan bahwa mereka adalah Dewa Zeus adan Dewa Hermes. Mereka adalah manusia biasa, yang memberitakan Injil agar banyak orang meninggalkan perbuatan sia-sia dan kembali kepada Allah yang hidup. Identitas kesaksian mereka tak berubah, karena tetap untuk Tuhan Yesus Kristus.

KJ.342 : 1

Doa : (Janganlah mataku silau terhadap gemerlap dunia, ya Tuhan)