Renungan Pagi 01 Oktober 2019

GB. 84 : 2 – Berdoa

Amsal 13 : 7 – 10
“….Mendengarkan nasihat mempunyai hikmat…” (10.b)

Kekayaan dapat menopang kebahagiaan dan kesejahteraan hidup. Namun, kekayaanpun berpotensi untuk menghancurkan kehidupan diri sendiri, sesama dan dunia. Hal itu sangat bergantung pada penggunanya.

Ditangan orang berhikmat kekayaan justru dapat menjadi alat untuk memuliakan nama Tuhan. Karena ia mau berbagi kepada sesame dan kekayaan yang ia peroleh diyakini sebagai titipan Tuhan untuk diimplementasikan bagi kebaikan sesama dan dunia yang lebih luas.

Tetapi ditangan orang fasik kekayaan tetap saja membuatnya lebih kikir; sekalipun dia melihat orang papa tak berdaya, ia tidak pernah mau menolongnya. Kefasikan membuat pikiran dan perasaannya menjadi tumpul dan angkuh – karena tertutup harta. “semboyannya, bukankah kekayaan ini hasil kerja kerasku, mereka yang miskin bukanlah urusanku !!?”.

Raja Solaiman dengan tajam dan cermat menyoroti prilaku orang bijak dan orang fasik dalam hubungan dengan harta kekayaan. Katanya, orang bijak itu akan menerima dan menggunakan kekayaannya itu secara wajar; jika ia bergelimang harta, ia tidak menyembunyikannya atau mengatakan yang sebaliknya (7a). ia tidak mengkhawatirkan kekayaannya akan menjadi ancaman jiwanya. Sebab ia tidak menjadikan harta kekayaannya untuk menjadi penolong jiwa dan kehidupannya (8a). penolongnya hanyalah Tuhan. Dengan begitu, sikapnya kepada sesama nampak selalu tenang dan memancarkan sukacita (9a). serta tidak menjadi sombong; sebab ia selalu mau mendengar nasihat Firman Tuhan dan melakukannya. Sedangkan orang fasik, akan memperlihatkan perilaku yang sebaliknya; berpura-pura miskin, padahal banyak harta (7b), sehingga hidupnya tidak memancarkan cahaya kebaikan (9b).
Gereja dan warganya percaya bahwa kekayaan adalah anugerah Tuhan, yang tidak hanya digunakan bagi kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Karena itu gereja dan warganya terpanggil untuk mengelola harta dengan menggunakan hikmat Tuhan.
GB. 84 : 2
Doa : (Tuhan mempukan aku supaya dapat menggunakan hikmat-Mu saat aku menerima dan menggunakan harta pemberian-Mu)