Renungan Malam 5 November 2019

GB.156 : 1,2 – Berdoa

Yohanes 3 : 9 – 15
“Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (ay.15)

Pemikiran Nikoemus sangat lahiriah dan logis. Ketika Nikodemus bertanya kepada Yesus, dia sudah memiliki jawaban di benaknya. Ia tidak membanyangkan bahwa Yesus akan menjawab di luar dari apa yang dipikirkannya. Seringkali ketika datang kepada Tuhan dan bertanya, tanpa disadari kita juga sudah memiliki jawaban yang disimpan di kepala. Itulah sebabnya terjadi kesulitan untuk mengerti jawaban atau kehendak Tuhan, ketika firman Tuhan yang mau dimengerti hanya yang menurut versi kita.

Kalau memahami perkataan Yesus melalui sudut pandang manusia, tentu apa yang dikatakan-Nya kepada Nikodemus juga akan sulit kita pahami. Ketika Yesus berbicara tentang kelahiran kembali, Nikodemus tidak memahaminya, “Bagaimana mugkin hal itu terjadi?” (ayat 9). Ia semakin tidak mengerti ketika Yesus menjawab, “Jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah” (ayat 5). Ketidakmengertian Nikodemus dijawab Yesus dengan teguran, “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?” (ayat 10). Ironis bahwa Nikodemus tidak mengerti perkataan Yesus, padahal dia adalah seorang pemimpin agama Yahudi. Seorang pemimpin agama Yahudi sangat membanggakan pengetahuan yang mereka miliki. Ternyata pengetahuan itu tidak dapat dipergunakan untuk mengerti perkataan Yesus. Yesus mengingatkan Nikodemus, bagaimana mungkin dia dapat memahami hal-hal yang mendalam, jika hal-hal yang duniawi saja dia tidak dapat mengerti? Karenanya Nikodemus tidak akan dapat mengalami kuasa Yesus untuk mengerti dan percaya kepada-Nya.

GB.156 : 3

Doa : (Tuhan Yesus, Engkaulah Tuhan kami, di dalam Engkau saja keselamatan manusia dan dunia lain)