Renungan Malam, 18 Desember 2019

GB. 131 : 1,2-Berdoa

Yesaya 13 : 9-13

Kepada dunia akan Kubalaskan kejahatannya, dan kepada orang-orang fasik kesalahan mereka; kesombongan orang-orang pemberani akan Kuhentikan, dan kecongkakan orang-orang yang gagah akan Kupatahkan. (ay.11)

Sebentar lagi natal akan tiba. Keluarga-keluarga kristen sedang disibukkan dengan segala persiapan natal dalam keluarga maupun jemaat. Kue-kue dekorasi rumah, pakaian natal, latihan paduan suara, latihan drama dan lain-lain. Malam ini sebelum kita beristirahat, sejenak kita renungkan kembali apakah hanya hal-hal seperti uraian di atas saja yang merupakan tindakan-tindakan kita dalam mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus kembali.

Yesaya bernubuat bahwa nangsa Babel akan dihukum Tuhan jika hari Tuhan tiba. Tuhan murkan terhadap Babel karena Babel telah berbuat dosa dengan menindas umat Tuhan dan perbuatan-perbuatan jahat dan kesombongan mereka. Tuhan tidak menginginkan perbuatan-perbuatan seperti demikian. Tuhan akan membalas segala perbuatan yang tidak berkenan kepada-Nya. Tuhan ingin agar tidak saja umatNya yang hidup melakukan perintah Tuhan, bangsa Babelpun diharapkan hidup Takut akan Tuhan.

Ditengah kesibukan Natal, mari kita persiapkan juga hati untuk menerima kehadiran Kristus. Pertama, mari kita mengakui segala kesalahan kita yang sering merugikan sesama. Mari kita akui bahwa kita sering menjadi orang yang tinggi hati, merasa diri paling hebat dan benar sendiri oleh karena keberhasilan dan kesuksesan kita. Kedua, dengan pengakuan tersebut kita nuat komitmen untuk menyingkirkan perbuatan tidak baik tersebut dari hidup kita. Ketiga, bulatkan tekad dan mulailah kehidupan yang patuh kepada Tuhan dan berserah diri kepadaNya dalam menjalani hidup ini. Dengan demikian kita tidak saja siap memperingati kelahiran Yesus tetapi sekaligus kita siap menyambut kedatanganNya sekarang ini.

GB 131 : 1,4

Doa : (Tuhan tolonglah kami agar kami tidak angkuh dan melawan perintah-Mu. Kuasailah hati kami, agar kami dapat rendah hati, taat dan setia)