Renungan Malam 10 Januari 2020

KJ.54 : 1,2 – Berdoa

Lukas 8 : 9 – 15
“Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.” (ay.15)

Pernakah kita membayangkan bagaimana cara Tuhan Yesus berkhotbah? Apakah Tuhan Yesus berkhotbah seperti pendeta-pendeta yang populer muncul dalam berbagai Kebaktian Penyegaran Iman, Kebaktian Kebangunan Rohani, yang sangat dinamis, komunikatif, santai, dipenuhi humor, atraktif dan memotivasi? Atau sebaliknya, seperti pendeta-pendeta yang pada umumnya memimpin di mimbar-mimbar besar di gedung gereja, kaku dan dingin?

Lukas 8:4-15 merupakan salah satu pengajaran yang Tuhan Yesus berikan kepada orang banyak. Ada metode yang Tuhan Yesus gunakan dalam menyampaikan pesan firman Tuhan. Menggunakan bahasa yang sederhana dan jelas bahkan begitu akrab di telinga orang banyak. Tetapi apakah sampai situ saja? Apakah memang itu tujuan pengajaran Tuhan Yesus, menyenangkan orang yang mendengar-Nya? Ternyata tidak sampai di situ saja!

Tuhan Yesus mengajar bukan hanya sekedar memberi informasi! Lebih dari itu Tuhan Yesus menghendaki setiap orang yang mendengar firman adalah orang-orang yang mau membuka hati untuk firman TUHAN dan kebenarannya serta dari penghayatan akan firman TUHAN ada buah-buah yang dimunculkan dari hidup berdasarkan firman-Nya.

Apakah yang kita bayangkan setelah kita melewati hingar bingar ibadah dan acara-acara perayaan Natal? Apakah akan begitu banyak orang hadir dalam ibadah pada setiap minggunya? Jangan melihat pada orang lain, mari kita lihat diri kita masing-masing. Mari kita dengar firman TUHAN dengan benar, kita simpan dalam hati dan kita percaya kita akan menghasilkan buah-buah dari hidup beriman kita.

KJ.54 : 3,4

Doa : (Ya Allah, tolong kami dengan kuasa Roh Kudus-Mu agar kami dimampukan mendengar firman-Mu, menyimpannya dalam hati dan berbuah dalam hidup kami)