Renungan Malam 03 Februari 2020

KJ.363 : 1 – Berdoa

2 Raja-Raja 22 : 18 – 20
… dan oleh karena engkau menggoyahkan pakaianmu dan menangis di hadapan-Ku, Akupun telah mendengernya, … (ay.19b)

Sebuah perusahaan memuat iklan dalam koran nasional dan menyatakan maaf atas tindakannya karena menggunakan merek perusahaan yang lain untuk produknya. Hal ini merugikan perusahaan pemilik merek tersebut. Akibatnya, perusahaan yang ditiru mereknya itu mengalami kerugian besar. Setelah diadakan penuntutas perusahaan yang meniru itu mengakui dan menyadari kesalahannya, Konsekuensinya, ia harus membuat pernyataan maaf melalui koran nasional. Mengakui kesalahan secara terbuka membutuhkan jiwa besar. Tidak hanya dalam rangka memperbaiki hubungan dengan saingannya tetapi juga bagi dirinya dan tidak lagi mengulangi perbuatannya itu, dengan begitu ia menghargai sesamanya dan bersaing secara sehat.

TUHAN juga berlaku demikian kepada raja Yosia. Sadar bahwa ia Bersama rakyatnya telah melakukan yang tidak seharusnya dilakukan terhadap TUHAN, raja Yosia mengoyak-ngoyakan jubahnya dan menangis di hadapan TUHAN. Yosia sebagai pemimpin menyatu dengan umat yang bersalah. Ia mengaku dosa. TUHAN telah menyaksikan kesadaran raja Yosia, sehingga TUHAN berkenan mengampuni raja. TUHAN menerima kembali raja Yosia dengan penyesalannya karena Yosia menunjukkan penyesalannya dalam tindakan yang nyata.

Kit sering sadar atau tidak melakukan sesuatu yang menyakitkan sesama kita di depan bayak orang baik lewat ucapan atau tindakan kita. Kita menyadarinya dan ingin menyelesaikannya dengan pihak yang telah kita sakiti. Tidak cukup kita sendiri mengakui dengan mulut tetapi memperbaiki diri dengan tindakan yang nyata. Dibutuhkan perubahan dalam perilaku. Tanpa tindakan nyata, perubahan bukanlah perubahan.

KJ.363 : 4

Doa : (Terima kasih Tuhan, karena Tuhan mau menerima dan mengampuni kami)