Renungan pagi 10 Maret 2020

GB 23 : 1 – Berdoa

2 Tawarikh 3 : 1 – 14
“Salomo mulai mendirikan rumah Tuhan di Yerusalem di gunung Moria, di mana Tuhan menampakkan diri kepada Daud, ayahnya, di tempat yang sudah ditetapkan Daud, yakni di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu (ay 1)

Lokasi pendirian bait Allah adalah di bukit Moria tempat Abraham hendak mempersembahkan anaknya Ishak serta tempat Daud mendapatkan pengampunan Allah yaitu di tempat pengirikan Ornan, yang kemudian dibeli Daud dengan harga 50 syikal perak (2 Sam 24 : 24) atau 600 syikal emas (1 Taw 21 : 25). Tempat itu kemudian dikenal dengan nama Yerusalem.
Mengenai ukuran, model, pembagian ruangan maupun bahan-bahan dasar pendirian bait Allah, mengikuti petunjuk Allah sebagaimana proses pembangunan Kemah Suci (Kel 26). Untuk ruang Maha Kudus, Salomo memberi perhatian khusus dengan memagat dua kerub dengan sayap-sayap yang besar dan menjulang tinggi. Selain itu juga pada dinding ruang Maha Kudus dibuat lukisan pohon kurma dan bunga-bunga yang berkembang kemudian lukisan tersebut dilapisi emas (1 Raja-raja 6 : 19 – 32). Salomo sangat serius dan memberi perhatian khusus pada proses pembangunan bait Allah tersebut. Salomo ingin keagungan Allah terpancar melalui keagungan rumahNya.
Keagungan bait Allah dewasa kini bukan pada bangunan fisiknya melainkan pada orang-orang yang dipilih untuk diselamatkanNya, sebab diri orang beriman, itulah batin Allah (1 Korintus 3 : 16). Allah berdiam di dalam kita, dan diri kita ini dengan seluruh eksistensinya (bukan hanya fisik tetapi juga mental dan spiritual) dengan segala karakter yang kita miliki adalah rumah Allah. Bagaimana cara kita memancarkan keagungan Allah yang berdiam di dalam kita? Hiduplah dengan baik, mengasihi dan mengampuni dengan tulus dan benar, memotivasi oranng lain dengan serius, bekerja dengan giat dan tidak malas. Tunjukkan karakter kristiani sebagaimana yang Kristus ajarkan dan inginkan. Mari awali hari ini dengan membuat sebuah keputusan: kemuliaan Allah seperti apakah yang kita pancarkan hari ini?

GB 60

Doa : Ya Tuhan mampukan kami untuk selalu mengingat bahwa Allah berdiam di dalam hati sehingga apapun yang kami lakukan adalah persembahan bagi keagunganMu.