Minggu II PRAPASKAH MINGGU
RABU, 1 APRIL 2020

PELAYAN DAN KEHORMATAN
Lukas 14 : 7 – 11

PEMAHAMAN TEKS

Dalam ayat 7 sepertinya para tam tidak disiapkan khusus siapa yang akan duduk di tempat-tempat kehormatan atau tempat utama, yang pasti tempat itu disediakan. Karena itu para tamu masing-masing berusaha menduduki tempat tersebut. Orang mengejar kehormatan karena memang ada tempat yang diberikan dengan penghargaan dan penghormatan tertentu.

Perumpamaan Yesus selanjutnya menasihati bahwa ada kemungkinan untuk direndahkan atau dipermalukan jika duduk dibagian yang utama karena jika ada yang lebih terhormat maka para murid akan dipindahkan lalu merasa direndahkan. Oleh karena itu, lebih baik mereka duduk di tempat yang rendah atau di belakang lalu mungkin tuan rumah akan memberikan tempat duduk di depan yang utama karena sudah mengenal apa yang mereka lakukan.

Sebab menurut Yesus siapa meninggikan diri akan direndahkan dan siapa merendahkan diri akan ditinggikan. Daripada menjadi malu karena mengejar kehormatan adalah lebih baik rendah hari lalu ditinggikan. Perilaku kitalah yang menunjukkan kita ada di posisi apa. Dalam beberapa kitab orang yang berperilaku untuk berusaha menduduki tempat utama atau terdepan adalah orang Farisi (Luk, 11 : 43; Mat. 23 : 6, 7).

Dalam beberapa kesempatan pelayanan-Nya, Yesus sudah menunjukkan hal tersebut kepada murid-Nya bagaimana IA tanpa mempertimbangkan pikiran orang lain, tanpa mengejar penghormatan justru IA berada bersama dengan mereka yang rendah dalam pikiran orang Yahudi saat itu. Beberapa catatan tentang bagaimana Yesus ada bersama mereka yang direndahkan dalam masyarakat yaitu :

  1. Yesus dan perempuan berdosa (Luk. 7 : 36 – 50), dalam perikop ini Yesus bersedia dibasuh oleh perempuan berdosa itu. Orang Farisi merasa bahwa Yesus harusnya tahu bahwa apa yang dilakukan oleh perempuan berdosa itu tidak berkenan.
  2.  Yesus dan Zakheus (Luk. 19 : 1 – 10). Hal itu dilihat oleeh orang banyak dan kemudian mereka bersungut-sungut karena Yesus menumpang ke rumah orang berdosa.

 

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN :

1. Mengapa kehormatan harus dikejar? Apa keuntungannya ketika kehormatan itu diperoleh?
2. Apakah di gereja juga ada yang mengejar kehormatan? Apa keuntungnnya mengejar kehormatan di dalam gereja?
3. Bagaimana cara yang tepat agar kita tidak mengejar kehormatan?