MINGGU II SESUDAH PASKAH
RABU, 22 APRIL 2020
HARI BUMI

PUJIAN SYUKUR ATAS PERTOLONGAN TUHAN
Keluaran 15 : 19 – 21

PENDAHULUAN
Kitab Keluaran menceritakan proses keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir menuju Kanaan sebagai peristiwa luar biasa. Ijin meninggalkan Mesir yang diberikan oleh Firaun (12:31), bukan serta merta membuat perjalanan bangsa ini bisa lancar tanpa tanyangan. Tuhan mengeraskan hati Firaun, sehingga ia menyesali keputusannya membiarkan orang Israel pergi meninggalkan Mesir (Keluaran 14 : 50). Firaun bersama orang-orang berkuda dan pasukkannya yang lain mengejar orang Israel, yang pada saat itu berada di tepi laut Teberau. Dalam ketakutannya, orang Israel mengeluh kepada Musa apakah mereka harus mati di padang gurun. Dengan cara yang ajaib Tuhan bertindak. Tuhan menyelamatkan umatNya dari kejaran Firaun dan tentaranya dengan membelah lauut Teberau dan membiarkan orang Israel terus berjalan menyeberangi laut Teberau (Keluaran 14 : 21 – 22)

PEMAHAMAN TEKS
Ayat 19 :
Firaun dan pasukan berkudanya mengejar orang Israel hingga merekapun masuk ke tengah-tengah laut yang telah terbelah. Tuhan bertindak memalui Musa (keluaran 14 : 26-27) sehingga berbaliklah air laut menutupi seluruh tentara Firaun dan pasukan berkudanya. Tidak ada satupun selamat, semua mati tenggelam. Tuhan telah mencapakkan Firaun dan tentaranya. Sebaliknya orang Israel tetap melanjutkan perjalanan di tengah-tengah laut yang kering.
Ayat 20-21 :
Ketika menyaksikan perbuatan Tuhan yang dahsyat itu, tergeraklah hati Miryam, saudara perempuan Harun, untuk memainkan alat musik rebana. Sambil memukul rebana, semua perempuan ikut menari dan bernyanyi. Dalam nyanyiannya, Miryam mengajak semua menyanyi untuk memuji Tuhan yang telah menyelamatkan orang Israel dari kejaran tentara berkuda Mesir dan Tuhan telah membuat mereka tenggerlam di dalam laut. Nyanyian Miryam ini juga dinyanyikan dalam ibadah-ibadah di bait suci pada waktu Paskah, di saat orang Israel merayakan peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir. Perempan Israel juga melakukan hal yang sama, seperti ketika tentara Israel memenangkan sebuah peperangan. Mereka bersukacita, menari-nari sambil memukul rebana (band. 1 Samuel 18 : 6).

PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN :

  1. Apakah memuji Tuhan dilakukan hanya dalam situasi gembira atau sukacita saja? Apa pendapat saudara?
  2. Pengalaman apa dalam hidup saudara, yang membuat saudara merasa harus memuji Tuhan.
  3. Apakah cukup hanya dengan menyampaikan pujian kepada Allah, untuk merespon kebaikkan-Nya? Berikan pemahaman saudara, tentang cara yang baik untuk menyatakan pujian syukur kita kepada Tuhan, atas segala kebaikkan yang telah diberikan kepada kita.