Renungan pagi, 6 September 2020

GB 345: 1 – Berdoa

1 Timotius 1: 12-17
“Malah kasih karunia Tuhan itu telah dikaruniakan dengan limpahnya…” (ay 14)

Pada jaman Timotius, standar manusia yang sejati dan matang adalah lelaki dewasa (sudah menikah, melewati masa pubertas dan siap dari segi kematangan seksual). Itu berarti, anak dan kaum muda dianggap rapuh dan rentan serta belum bisa berpikir rasional. Timotius memang bukan anak-anak, tapi masih muda. Perirkop ini menggambarkan penguatan Paulus terhadap Timotius yang masih dianggap. Dalam ayat 12-15, Paulus membagikan pengalamannya yang juga penuh keterbatasan dalam pelayanan. Kasih karunia Tuhan tidak hanya dililmpahkan pada pelayan senior/orang dewasa, tapi juga kepada mereka yang saat itu masuk dalam kategori kelompok yang masih muda dan dianggap “junior” untuk melayani Tuhan (ay 16).

Dalam semangat HUT ke 61 Pelkat PA GPIB, kita diajak untuk berefleksi. Sejauh mana kita menerima anak-anak (kelompok yang kadang dianggap belum tahu apa-apa, muda dan tidak punya pengalaman) dalam gereja? Sudahkah kita menopang mereka seperti sikap Paulus pada Timotius? Apakah GPIB sudah menjadi gereja yang ramah anak? Maksudnya memiliki kebijakan perlindungan anak dilingkup jemaat dan sinode? Apakah GPIB sudah menyiapkan anggaran yang memadai untuk bidang anak (minimal 20%)? Sudahkah program Pelkat PA berasal dari ide anak-anak sendiri atau didominasi oleh orang dewasa? Apakah anak sudah dilibatkan dalam pelayanan yang lebih luas (tidak hanya untuk momen HUT PA, HUT GPIB, Natal dan Paskah saja)? Siapa tahu, kita bisa belajar banyak dari seorang anak dalam pelayanan. Misalnya: memiliki semangat dan antusias dalam pelayanan, mau menerima nasihat, dll..

Selamat HUT ke 61 Pelkat PA GPIB, teruslah bercahaya dan berkarya, rahmat Tuhan melimpah senantiasa!

GB 345: 2, 3

Doa: Tuhan Yesus mohon berikanlah kami hikmat-Mu agar dapat merangkul, menguatkan, melindungi dan membimbing anak-anak untuk bersama-sama melayani Engkau.