Minggu Adven IIIRenungan Malam, 18 Dsember 2020

♪KJ. 84 : 1 – Berdoa

Matius 21 : 28 – 32
akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah (ay. 31)

Bagi orang Yahudi, khususnya para Imam dan Tua-tua (ayat 23-27), perempuan sundal dan pemungut cukai adalah orang-orang yang dianggap najis, berdosa dan tidak layak untuk berada dekat dengan mereka. Mereka lebih bersih, saleh, layak di hadapan Allah. Namun demikian, bagaimanakah mereka di hadapan Tuhan Yesus? Yang pertama, Tuhan Yesus tidak membeda-bedakan, karena kasih dan sukacita akan keselamatan dari Allah adalah untuk semua orang! Yang kedua, Tuhan Yesus mengingatkan, bahwa Allah memahami akan kedalaman hati seseorang dalam menanggapi sukacita kasih Allah. Perumpamaan yang Tuhan Yesus sampaikan tentang sikap hati dan tindakan dua orang anak yang disuruh ayahnya menegaskan akan hal itu. Bahkan orang Yahudi yang mendengar juga turut setuju dengan pesan dari isi dari perumpamaan itu.(ayat 28-31a). Kebanyakan orang menilai sesamanya dari apa yang tampak kelihatan di luar. Lalu karena penilaian itulah akhirnya sesamanya tidak mendapat kesempatan untuk merasakan sukacita dari Allah. Namun demikian, di hadapan Allah, siapapun diberi kesempatan untuk menerima anugerah-Nya. Perumpamaan yang disampai-kan oleh Tuhan Yesus, pada saat yang sama menjadi peringatan bagi orang-orang yang sudah merasa lebih bersih dan layak dari saudara-saudara yang lain.

Di tujuh hari ke depan, kita akan merayakan kehadiran-Nya. Mari mempersiapkan diri dan hidup kita untuk sungguh-sungguh memelihara sukacita dari Allah. Jangan merasa diri lebih bersih dari yang lain. Jangan terjebak untuk sibuk menilai orang lain. Gunakanlah secara bijaksana waktu yang Allah karuniakan. Jadikanlah waktu itu sebagai kesempatan untuk memelihara sukacita dan membagikannya bagi sesama.

♪KJ. 84 :2, 3

Doa : (Ya Tuhan Yesus, kami tetap memohon tuntunan-Mu, agar dapat memelihara sukacita akan kehadiran-Mu dengan hati yang murni)