Renungan Malam
GB.280 : 1,2 – Berdoa

Mazmur 107 : 4 – 9

… dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan (ay.9)

Pada dasarnya masalah adalah apa yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan atau harapan kita. Mengelola masalah dengan pikiran yang jernih dan bijaksana adalah kunci untuk menghadapi segala masalah itu. Namun, tidak sedikit orang yang sulit mengelola masalah dengan cara demikian, baik tua maupun muda. Ada yang melampiaskannya dengan cara mengonsumsi narkoba dan minuman keras, melarikan diri dari keluarga, hidup dalam pergaulan bebas, melakukan tindakan yang melanggar hukum, hingga ada yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.
Allah memahami kelemahan manusia ketika mereka menghadapi hal-hal yang tidak diinginkannya. Mereka ibarat pengembara di padang belantara yang tidak menemukan tempat bermukimnya penduduk – untuk memenuhi kebutuhannya (ay.4). Akhirnya, mereka kelaparan dan kehausan. Buruknya lagi, jiwa mereka menjadi lemah dan lesu (ay.5) Namun karena mereka berseru (Ibrani : za’aq = menangis, berteriak minta tolong) kepada Tuhan, akhirnya mereka terlepas dari segala masalah atau kecemasan melalui jalan yang Allah kehendaki; syukurpun terangkat kepada Tuhan (ay.6-8).
Di sekitar kita ada banyak jiwa-jiwa yang kosong, lapar dan penuh dahaga oleh karena segala masalah yang mereka alami. Mungkin saja mereka tetangga kita, rekan sekerja atau sepelayanan, atau justru anggota keluarga kita sendiri yang berada di bawah satu atap yang sama. Rutinitas, kesibukan dan masalah yang kita miliki sering membuat kita tidak melihat kenyataan itu. Allah menginginkan kita untuk menjadi alat-alat pendamai-Nya yang menyegarkan jiwa-jiwa yang kosong, lapar dan penuh dahaga; membuat mereka berseru kepada Tuhan, sebelum mereka semakin terpuruk dan menjauh dari jalan-Nya.

GB 280 : 3

Doa : (Ya, Allah mampukan kami untuk mengelola segala masalah kehidupan ini dengan hikmat yang Tuhan berikan. Mampukan kami juga untuk menyadarkan dan menyegarkan orang-orang di sekitar kami yang hidup dengan jiwa yang kosong, lapar dan dahaga)