Minggu XVII Ses. Pentakosta
Renungan Malam, 24 September 2021

♪KJ.466a : 1 – Berdoa

Kisah Para Rasul 21 : 27 – 30
…mereka telah melihat Trofimus dari Efesus sebelumnya bersama-sama dengan Paulus di kota, dan mereka menyangka bahwa Paulus telah membawa dia ke dalam Baik Allah (ay. 29)

Di suatu Bank, orang-orang sedang antri menunggu giliran untuk dilayani oleh petugas. Di antara mereka ada seorang nenek yang ikut mengantri. Kebetulan di depan antrian nenek itu, ada seorang laki-laki yang juga sedang mengantri. Tangannya penuh tato, rambutnya gondrong, pakaiannya celana dan rompi jeans yang sudah kumal. Nenek itu melihat ke arah laki-laki itu dan mulai berpikir, pasti dia seorang preman, jahat dan kasar. Uang yang ditabung pasti hasil kejahatan. Laki-laki tersebut kemudian menghampiri nenek itu. Nenek itu mulai salah tingkah dan ber-pikir, “Pasti laki-laki ini akan marah dan bertindak kasar terhadap aku”. Nenek itu menundukkan muka, bahkan sampai gemetar ketakutan, tapi ia kemudian mendengar suara laki-laki itu yang lembut menyapanya, “Ibu Betty, saya dulu murid ibu. Silahkan ibu ambil antrian saya” (sambil tersenyum). Ternyata apa yang nenek itu pikirkan tidak benar. Ia sudah berprasangka yang tidak-tidak.

Berprasangka, adalah pendapat yang kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahuinya dan tanpa alasan yang cukup. Prasangka dapat membuat seseorang melakukan tindakan yang tidak benar, seperti yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi. Mereka menyangka Paulus telah membawa Trofimus orang Efesus ke dalam bait Allah. Karena mereka hanya melihat Paulus dan Trofimus berjalan bersama di kota. Akibat prasangka tersebut, mereka menghasut rakyat, lalu menangkap dan menyeret Paulus dengan cara kekerasan. Belajar dari Firman Tuhan malam ini, marilah kita menjadi pribadi yang tidak mudah berprasangka buruk kepada orang lain, karena dapat mencelakakannya. Sebagai murid Tuhan, kita hendaknya selalu berpikir positif terhadap orang lain. Jangan langsung menilai seseorang dari luar atau penampilannya saja. Karena benar atau salah itu tidak dilihat dari penampilan, tetapi dari tingkah laku perbuatan kita.

♪KJ.466a : 2,4

Doa : (Ya Tuhan, mohon kuasai hati dan pikiran kami dengan Roh Kudus-Mu, agar tidak berprasangka buruk terhadap sesama kami)