Minggu XXIV Ses. Pentakosta
Renungan Pagi, 12 November 2021
Hari Ayah

♪GB.277 : 1 – Berdoa

Roma 15:14 – 19a
Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah. (ay. 17)

Seorang pendeta Korea Selatan bernama Sun Myung-Moon terpaksa harus berurusan dengan pihak Federal Amerika Serikat setelah kasus penggelapan pajaknya terungkap pada tahun 1982. Ia kemudian ditangkap dan dipenjarakan pada tahun 1983 setelah terbukti membuat sumpah palsu dan berusaha untuk merekayasa laporan pajak yang dibuatnya. Tindakan pendeta Myung-Moon ini sangat mengejutkan mengingat jumlah anggota gerejanya yang amat besar di Korea Selatan dan Amerika Serikat. Banyak di antara anggota gerejanya yang merasa kecewa dan memutuskan untuk pindah ke gereja lain. Mereka menyatakan tindakan pendeta Myung-Moon tersebut tidak layak untuk dilakukan sebagai seorang hamba Tuhan. Seorang hamba Tuhan, menurut mereka, seharusnya tunduk pada aturan pemerintah untuk memberi laporan pajak yang benar secara jujur. Peristiwa yang dialami pendeta tadi bisa juga dikaitkan dengan peribahasa kita: “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.” Gara-gara satu masalah, rusaklah reputasinya sebagai seorang pendeta.

Kepada jemaat di Roma, Paulus bersyukur bahwa Tuhan Yesus telah memanggil dirinya, seorang Yahudi, untuk melayani dan memberitakan Injil di tengah orang-orang bukan Yahudi. Dengan penuh tanggung jawab, ia melakukan tugas panggilannya di tengah umat dengan menjaga reputasi yang baik. Hal ini tentu berlaku bagi siapapun yang dipanggil Tuhan dalam karya keselamatan dalam nama Yesus. Termasuk bagi para ayah. Kita semua dipanggil untuk membangun reputasi yang baik agar nama Tuhan dimuliakan. Jangan sampai perilaku kita yang tidak baik akan menjadi batu sandungan bagi orang lain untuk sampai pada Kristus. Inilah bentuk pelayanan sederhana yang dapat kita lakukan di hadapan Tuhan. Kita akan bermegah dalam pelayanan karena Tuhan Yesus-lah yang memampukan kita untuk dapat melakukannya.

♪GB.277 : 2

Doa : (Tuhan, mohon berilah aku kekuatan dalam usahaku untuk membangun kehidupan pelayanan yang memuliakan nama-Mu)