Renungan pagi, 7 September 2020

KJ 264: 1 – Berdoa

1 Timotius 4: 8
“Ibadah itu berguna dalam segala hal” (ay 8)

Setiap profesi menuntut latihan. Untuk menjadi tentara, orang harus mengikuti latihan fisik. Untuk menjadi ilmuwan, orang harus melatih otaknya supaya terus bekerja. Untuk menjadi juru bicara, orang harus melatih kemampuan verbal. Untuk menjadi pemusik, orang harus berlatih dengan alat musiknya. Demikian juga halnya menjadi pelayan Kristus Yesus yang baik (4: 6). Selain terdidik dalam soal-soal pokok iman dan ajaran, orang harus melatih dirinya beribadah (4: 7). “Ibadah itu bebrguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang”, kata Rasul Paulus. Pertanyaannya: apakah ibadah itu sehingga berguna dalam kehidupan sehari-hari? Apakah ini berarti khotbah dan memberi persembahan setiap waktu, sepanjang hari?

Ini jawabannya. Kata ibadah berasal dari bahasa Ibrani, abodah, yang berarti mengabdi atau berbakti kepada Tuhan. Jadi, latihan beribadah adalah kehidupan yang dalam segala perilaku dan tutur kata dilakukan sebagai bentuk pengabdian/persembahan kepada Tuhan (Roma 12: 1). Selanjutnya, ibadah yang sejati adalah yang berdasarkan ajaran dan pemahaman yang benar. Karena itu, kita akan selalu haus akan pengajaran yang benar yaitu firman Tuhan dan tegas terhadap yang menyesatkan. Dengan demikian, ibadah tidak hanya terbatas pada ritual tetapi juga menjadi actual melalui sikap hidup, cara berpikir dan perilaku sehari-hari.

Hari ini, kita ditantang untuk beribadah tetapi bukan dengan mempraktikan ibadah ritual sepanjang waktu, melainkan dalam setiap tingkah laku dan tutur kata. Kita lakukan itu sebagai pengabdian keapda Tuhan. Jadikanlah firman Tuhan sebagai dasar dari setiap sikap dan keputusan yang kita ambil.

KJ 264: 2, 3

Doa: Ya Tuhan, kiranya Engkau berkenan akan ibadah yang kami kemas dalam kerja dan pelayanan hari ini.