Renungan Malam
GB.117:1,2 – Berdoa
Yeremia 14:7-9
Sekalipun kesalahan-kesalahan kami bersaksi melawan kami, bertindaklah membela kami, ya TUHAN. oleh Karena nama-Mu! Sebab banyak kemurtadan kami, kami telah berdosa kepada-Mu. (ay.7)
Perikop ini berisi doa syafaat Yeremia mewakili umat Yehuda dan jawab Allah terhadap doa tersebut. Bencana kekeringan tersebut telah menghancurkan kota, tanah pertanian, pegunungan, manusia, hewan, orang besar, rakyat jelata, semua menanggung akibat parah kekeringan tersebut (5-6). Meski setelah mendengar tentang ancaman kekeringan berat ini pun, Yehuda tetap saja mengeraskan hati.
Andaikan Yehuda mengakui dosa-dosa mereka dan memohon ampunan tentu mereka akan beroleh belas kasihan Allah. Oleh Karena mereka tidak melakukan itu, Yeremia bertindak mewakili bangsanya mengakui dosa, memohon ampun, bersyafaat (7-9). Yeremia telah mengingatkan, menegor, berdoa dan menanti Tuhan, namun berbeda dengan para nabi palsu. Mereka meninabobokan Yehuda dengan doa-doa bahwa Tuhan memberi damai tanpa mereka harus bertobat. Para nabi dan negarawan seperti itu hanya ingin menyenangkan hati umat dan beroleh untung bukan menyampaikan pesan Tuhan dengan segala resikonya.
Tuhan, melalui firman-Nya berkehendak menegor dan menyelamatkan umat-Nya. Umat Allah yang membuka dirinya, mampu merendahkan hatinya dan tidak hanya mau mendengar yang menyenangkan dirinya saja. Misalnya : hidup berkelimpahan tanpa susah payah; berkat tanpa perjuangan; keberhasilan tanpa penderitaan. Allah ingin membentuk kehidupan kita dalam ketaatan, ketabahan, dan perjuangan melalui kehidupan yang benar. Tuhan ingin umatnya terus berjuang bersama Tuhan Yesus dengan beriman sungguh-sungguh. Sebab ujian terhadap imannya akan menghasilkan ketekunan (Yakobus 1: 3-4)
GB 117:3
Doa : (Tuhan berikan kami hati yang terbuka untuk menerima tegoran dari firman-Mu dan tidak mengeraskan hati, agar layak bagimu)